Skor TOEFL ITP vs iBT: Perbedaan dan Cara Membacanya
Dua jenis TOEFL yang sering tertukar
TOEFL ITP (Institutional Testing Program) dan TOEFL iBT (Internet-Based Test) adalah dua produk berbeda dari ETS. ITP biasanya dipakai untuk keperluan internal seperti syarat kelulusan kampus atau seleksi beasiswa dalam negeri, dan hasilnya hanya berlaku di institusi penyelenggara. iBT adalah tes internasional yang diakui secara luas untuk pendaftaran kuliah dan visa ke luar negeri.
Rentang skor
Skor TOEFL ITP berkisar 310-677, hasil dari tiga bagian (Listening, Structure and Written Expression, Reading) yang masing-masing punya skor 31-68, lalu dirata-rata dan dikonversi. Skor TOEFL iBT berkisar 0-120, dari empat bagian (Reading, Listening, Speaking, Writing) yang masing-masing bernilai 0-30.
Kenapa tidak bisa dikonversi persis
ITP tidak menguji Speaking dan Writing, sedangkan iBT menguji keempatnya. Karena itu, angka konversi resmi antar keduanya tidak ada. Yang beredar di internet biasanya perkiraan kasar berdasarkan pengalaman, bukan tabel resmi ETS.
Cara memastikan tes mana yang dibutuhkan
Selalu cek dulu ke pihak yang meminta skor (kampus, sponsor beasiswa, atau perusahaan) apakah mereka menerima ITP atau mewajibkan iBT. ITP jauh lebih murah dan cepat, tapi tidak semua tujuan menerimanya.
Pertanyaan singkat
Apakah TOEFL ITP bisa dipakai daftar S2 ke luar negeri?
Sebagian besar universitas luar negeri meminta TOEFL iBT, bukan ITP, karena ITP tidak diakui secara internasional. Selalu cek persyaratan resmi program yang dituju.
Skor berapa yang tergolong bagus di TOEFL ITP?
Angka "bagus" tergantung syarat institusi tujuan. Untuk syarat umum kelulusan S1 di Indonesia, skor 450-500 sering dipakai sebagai batas, tapi tiap kampus punya standar sendiri.